Menikmati Akhwat Gru TK

Sore itu aku jalan-jalan di sekitar TK Al Munawarah, tampak anak kecil sedang belajar huruf hijaiyah. mereka tampak rapi melafadzkan huruf – huruf tersebut, memang kekuatan huruf hijaiyah itulah yang membuat Al Qur’an tetap otentik sampai sekarang.

Di balik kerumunan itu terlihat ukhti Oki sedang menulis di papan, ukhti tampak anggun dan ayu suaranya terdengar merdu. aku sering bengong menikmati kecantikan wajah ukhti OKi.

Beberapa hari terakhir tiap sore aku mampir ke TK tersebut untuk menikmati kesejukan Ukhti Oki. Jilbab lebarnya tidak bisa menutupi kemolekan tubuh nya, rok panjangnya menutup sampai kaki.

Akhirnya aku cari akal bagaimana mendekatinya, kalau para akhwat kan tidak boleh berdekatan dengan lelaki atau pacaran apa lagi yang lain.

Aku pun menemui Mba Oki dan mengutarakan isi hati untuk ta’aruf (perkenalan), walaupun pada awalnya ditolak akhirnya ybs mau diajak jalan.

Pada pertemuan awal hanya makan siang dan jalan-jalan ke toko buku. Di pertemuan ke tiga aku ajak ybs ke Ancol.

Perjalanan ke Ancol menggunakan motor supra fit ku yang sederhana. perjalanan sangat menyenangkan kita sering bicara hal hal yang tidak jelas, diselingi tawa renyah dan canda-an kecil. Dalam hati aku berpikir akan benar-benar jatuh cinta pada mba Oki.

Tanpa disadari tubuh kami merapat, karena mbak Oki bonceng gaya laki-laki dan aku suka mengerem mendadak saat ada lobang di jalan dapat kurasakan tonjolan hangat bukit kembar mbak Oki, hembusan nafas mbak Oki sering menerpa tengkuk belakangku, aku pun menjadi horny dan makin pelan dalam berkendara.

Sesampainya di Ancol aku memilih pergi ke Dufan terlebih dahulu, pada saat mengantri ticket aku beranikan untuk memeluk tubuh sintal Mbak Oki dari belakang, penisku langsung mencium lembut pantat mbak Oki, agaknya mbak Oki sudah tidak mengindahkan norma-norma ke akhwatannya. Aku pun memanfaatkan hal itu untuk memeluk erat tubuhnya, penisku makin menegang dan membesar. Oki hanya diam dan malah menggerak- gerakan pantatnya, yang makin membuat aku keenakan.

Kami bermain di Dufan sampai sore, kemudian meluncur ke pantai Ancol, suasana pantai sangat sepi hanya tampak beberapa pasangan di kejauhan.

Kami berpelukan memandang debur ombak dan matahari yang mulai menyurut, suasana sangat romantis ,kedua tangan mba Oki menumpu pada batas pantai, meskipun memakai jilbab lebar dan rok panjang , pantatnya sungguh terlihat indah,wajah ayunya diterpa sinar matahari sore yang redup. Aku memanfaatkan kesempatan untuk memeluk tuuhnya dari belakang , dan si penis yang sudah sedari tadi tegang, langsung menyusur belahan pantatnya, mba Oki malah tampak menikmati tonjolan di pantatnya . Aku beranikan tanganku untuk menyusup ke jilbab lebarnya dan meremas payudara montok nya, mba Oki tampak terkejut tapi setelah ku bujuk akhirnya Oki hanya diam, dan lama kelamanan mulai menikmati. akupun makin intents mengosok belahan pantat oki dengan penisku. Suasana makin gelap aku beranikan untuk menyingkap roknya, tangan mbak Oki berusaha menolak, tapi karena kalah tenaga dia akhirnya diam saja, aku megelus pantat bahenolnya dan menyusuri selangkangan dan paha mulusnya. Mbak Oki tampak mulai terangsang. Tangan ku mulai mengaduk-aduk vagina mbak Oki yang makin membuat mba Oki kelojotan. Diam-diam aku mengeluarkan penisku dan aku selipkan di selangkangan mba Okidan, akhirnya langsung menembus vagina mba Oki dengan pelan.

Mba oki ingin berteriak, tapi ku bungkam mulutnya dan aku terus menyodok pelan, tetesan air mata mba oki mengalir di tanganku, lama-kelamaan dia tampak pasrah. Dan aku terus memacu penisku, sungguh jepitan vagina mbak Oki sangat nikmat, setelah beberapa lama, aku membalikkan tubuh mbak Oki dan memaksanya berjongkok sehingga penisku mengacung tepat di wajahnya, aku memaksa mbak Oki mengulum penisku dan muncratlah air maniku di mulutnya, mbak oki tampak sedih karena keperawanannya telah hilang, tapi aku hibur dengan berjanji untuk menikahinya. Kami pun pulang agak larut.

Mulai hari itu, aku sering berkunjung ke TK tersebut dan di waktu senggang mbak oki sering bercumbu dengan ku, bahkan sering aku memaksanya untuk memuaskan syahwatku ketika murid-murid telah pergi. Mbak Oki sering menangis dan menagih kapan aku menikahinya. Aku hanya menjanjikan secepatnya makin hari aku makin sering bermain ke tk tersebut, ketika aku melihat mbak Oki mengajar nafsuku terasa menggelegak, keanggunan wajahnya dan indah tubuhnya tidak bisa di tutupi oleh jilbab lebar yang di kenakan, senyum dan candanya ketika mengajar makin menggairahkan tapi senyum itu kadang berubah menjadi tangis ketika penisku menusuk mulut dan vaginanya, aku kadang-kadang sudah tidak menhiraukan lagi ke akhwatannya setiap ada kesempatan, penisku menghujam ke belahan vagina yang sempit kepunyaannya, kadang kami ke mall atau ke bioskop dan pada akhirnya aku memaksanya untuk mengocok penisku, kadanga di bus kota aku senantiasa menggesek penis ku ke belahan pantatnya dan di akhiri semburan air maniku di tempat-tempat sepi.

Setelah tiga bulan semua per zinahan ini berlangsung aku memutuskan, untuk menghilang dan meninggalkan kekasihku mbak Oki yang anggun dan ayu itu, mungkin mbak Oki sekarang sudah hamil dan menikah, dan mungkin telah melahirkan anakku.

Semoga kisah ini tidak terulang pada para akhwat.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s