Asmara Guru Berjilbab (1)

Akhwat cantik berjilbab,kadang justru membuat penasaran dan punya daya tarik tersendiri.Apalagi jika bertubuh montok,kadang tercetak jelas di balik kain jilbabnya.Ia cenderung alim, namun di balik semua itu ia tetaplah seorang wanita yang punya hasrat, nafsu, dan gejolak birahi yang siap menyerang kapanpun dan di manapun.
Ustazah Dila, ibu guru cantik sensual yang berjilbab, adalah guru di sebuah SD. Penampilannya yang anggun, dengan tubuh padat berisi yang selalu terbungkus gamis panjang, mengenakan kerudung cantik, semakin menambah keanggunannya.
Sungguh anggun sosok akhwat berjilbab ini. Ustazah Dila berkulit Putih, yang sangat cantik dan manis, dengan kulit putih bersih, tinggi badan sekitar 158 cm, potongan muka manis, agak memanjang dengan dibalut jilbab yang sangat menawan hati.
Di balik baju muslimnya..,tercetak tonjolan teteknya yang montok, sedangkan pinggangnya amat langsing dengan perut yang rata, pinggulnya serasi dengan pantatnya yang montok padat.Wow…indahnya….Walau berjilbab, saat berjalan kain panjangnya tertiup angin …menampakkan cetakan tungkai pahanya dan kakinya terlihat panjang serasi dengan bentuk badannya..walau tertutup gamis panjang dan jilbab yang rapat, langkahnya terlihat sangat seksi dan gemulai.
Pembawaan Ustazah Dila dengan jilbabnya terlihat sangat kalem dan malu-malu. Hal ini rupanya menarik perhatian Ustad Kosim, sang kepala sekolah. Ustad Kosim sangat terkesan dengan penampilan Dila, karena Ustazah Dila yang berumur 25 tahun, adalah seorang gadis yang sangat cantik,berjilbab anggun, alim dan sopan.
Sebagai akhwat berjilbab yang sopan dan alim Ustazah Dila agak risih juga terhadap Ustad Kosim, karena setiap kali Ustad Kosim lewat depan ruangannya, Ustad Kosim selalu melirik dan melempar senyum kepada Dila. Kalau kebetulan Ustazah Dila tidak melihat keluar, maka Ustad Kosim akan mendehem atau membuat gerakan-gerakan yang menimbulkan suara, sehingga Ustazah Dila akan terpancing untuk melihat keluar. Agak ngeri juga melihat tampang Ustad Kosim dengan badannya yang gelap dan tinggi besar.
Di sekolah tempat Ustazah Dila mengajar, setiap jam pulang sekolah, yaitu jam 14 para karyawan termasuk para guru dan staff pulang semuanya, kecuali guru yang akan mengajar ekstra kurikuler.
Hari itu hari Kamis,Ustazah Dila dapat jatah mengajar ekstra kurikuler, hingga ia harus menunggu dari jam 14 sampai jam 15.00. Dengan jilbab kerudung warna biru tua ,mengenakan baju panjang terusan berbahan kain halus yang jatuh, berwarna merah muda yang memakai kancing depan dari atas sampai batas perut,ia kelihatan teramat cantik dan manis, apalagi kulitnya yang putih kuning bersih.
Karena memang sudah jam pulang, suasana sangat sepi, hanya ditunggui oleh satpam yang duduk di depan pintu luar. Untuk menghilangkan lelah setelah sejak pagi mengajar,Ustazah Dila istirahat sambil makan makanan yang dibawanya dari rumah.
Tiba-tiba Ustad Kosim melintas di depan ruangan dan terus menuju ke bagian ruangan sebelah barat. Ustad Kosim memutar kunci pada pintu keluar yang tertutup. Setelah itu Ustad Kosim kembali menuju ke ruangan Ustazah Dila . Secara perlahan-lahan Ustad Kosim mendekati ruangan Dila, dan mengintip ke dalam. Bu guru berjilbab itu sedang berdandan membetulkan kerudungnya, merapikan gamis panjangnya yang mewah, menghadap ke cermin yang memang disediakan di ruangannya.
Mendengar suara pintu terkunci Ustazah Dila menoleh ke belakang dan, tiba-tiba mukanya menjadi pucat. berbalik sambil berkata, “Pak, apa-apaan ini, kenapa anda masuk ke ruangan saya dan mengunci pintunya?”, tapi Ustad Kosim hanya memandang Ustazah Dila dengan tersenyum tanpa berkata apa-apa.
Ustazah Dila semakin panik dan berkata, “Harap anda segera keluar atau saya akan berteriak!”.
Tapi dengan kalem Ustad Kosim berkata, “silakan saja nona manis.., apabila kamu mau bikin skandal dan setiap orang di sekolah ini akan menggosipkan kamu selama-lamanya”.
Mendengar itu Ustazah Dila yang pada dasarnya pemalu menjadi ngeri juga akan akibatnya apabila ia berteriak. Bagaimana dia akan menaruh mukanya di hadapan teman-temannya sekantor apabila terjadi skandal. Kala akhwat cantik berjilbab itu berada dalam keraguan, dengan cepat Ustad Kosim berjalan medekat ke arah Dila. Karena ruangan kerja yang sempit , begitu dirinya mundur untuk menghindar, dia langsung kepepet pada meja kerja yang berada di belakangnya. Apalagi dengan gamis panjangnya yang melilit tubuhnya, ia tak bisa bebas bergerak.
Dengan cepat kedua tangan Ustad Kosim yang penuh dengan bulu tersebut memeluk badan Bu Guru berjilbab yang montok itu dan mendekapkan ke tubuhnya. Dalam sekejap badan Ustazah Dila yang sangat halus dan ranum, telah sepenuhnya berada dalam pelukan lelaki tua itu.
Kosim memegang kedua lengan bagian atas Ustazah Dila dekat bahu, sambil mendorong badan Bu guru berjilbab itu hingga tersandar pada meja, Ustad Kosim mengangkat badan Ustazah Dila dan mendudukkannya di atas meja kerja Ustazah Dila yang penuh buku-buku itu. Kedua tangan Dila diletakan di belakang badan dan dipegang dengan tangan kirinya.
Dengan beringas Ustad Kosim mencium wajah cantik dan manis yang masih mengenakan kerudung itu. Nampak Ustad Kosim seperti anjing kelaparan menyosor-nyosor wajah ayu Dila, sementara akhwat cantik berjilbab itu hanya bisa meronta-ronta.
Tangan kanan Ustad Kosim tiba-tiba turun kebagian bawah tubuh Ustazah Dila dan meraih ujung kain panjang di bagian bawah, sejurus kemudian diangkatnya baju panjang itu tinggi-tinggi hingga tersingkaplah apa yang selama ini tersembunyi. Ustad Kosim berhasil menyaksikan akhwat itu dari ujung kaki, betis, sampai pangkal paha. Lalu tangannya meremas-remas bokong kenyal akhwat ayu itu.
Badan Ustad Kosim dirapatkan diantara kedua kaki Ustazah Dila yang tergantung di tepi meja dan paha Ustad Kosim yang sebelah kiri menekan rapat pada tepi meja sehingga kedua paha Ustazah Dila terbuka. Ia sengaja tidak melepas gamis dan kerudung akhwat ayu itu. Ia ingin menyetubuhi akhwat itu dengan membiarkan gamis dan jilbabnya tetap terpakai. Ia merasakan sensasi yang luar biasa bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang muslimnya.
Tangan kiri Ustad Kosim yang memegang kedua tangan akhwat berjilbab itu di belakang badan Ustazah Dila dan ditekankan pada pantat ke depan, sehingga badan akhwat berjilbab yang sedang duduk di tepi meja, terdorong dan kemaluan Ustazah Dila melekat rapat pada paha sebelah kiri Ustad Kosim yang berdiri menyamping.
Tangan kanan Ustad Kosim yang bebas dengan cepat mulai membuka kancing-kancing depan baju panjang terusan yang dikenakan Ustazah Dila sementara Ustazah Dila hanya bisa menggeliat-geliat.
“Jangan…,AAAAAAAAAAAHHHHH… jangan lakukan itu!, stoooppp…, stoopppp”, akan tetapi Ustad Kosim tetap melanjutkan aksinya itu.
Sebentar saja baju bagian depan Ustazah Dila telah terbuka sampai sebatas perut, sehingga kelihatan teteknya yang montok itu ditutupi dengan BH yang berwarna putih bergerak naik turun mengikuti irama nafasnya. Tetek yang kuning dan kenyal itu seolah ingin lepas dari BH nya.Perutnya yang rata dan mulus itu terlihat sangat merangsang. Dengan lincah tangan kanan Ustad Kosim bergerak ke belakang badan Ustazah Dila dan membuka pengait BH . Kemudian Ustad Kosim menarik ke atas BH Dila hingga terpampang kedua tetek Ustazah Dila yang montok sangat mulus dengan putingnya yang coklat muda mencuat naik turun dengan cepat karena nafas yang tidak teratur.
“Oooohh…, OOOOOOUUUUGGHHHH….ooohh…, jaanggaannn…, jaannnggaann!”.
Erangan akhwat cantik berjilbab itu tidak dipedulikan oleh pria tersebut, malah Kosim menyingkapkan kerudungnya hingga terlihat kupingnya mulut Ustad Kosim mulai mencium belakang telinga Ustazah Dila dan lidahnya bermain-main di dalam kuping bu guru berjilbab itu. Hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli, yang menyebabkan badan perempuan berjilbab itu menggeliat-geliat hingga tanpa terasa Dila mulai terangsang oleh permainan Ustad Kosim ini.
Mulut Ustad Kosim berpindah dan melumat bibir Ustazah Dila dengan ganas, lidahnya bergerak-gerak menerobos ke dalam mulut dan menggelitik-gelitik lidah Dila.
“aahh…,AAAAAGGHHHHHH….UUHHH……AAAAAAAAAHHHHHHHHHH…… UOUUUUUEHHMMM hmm…, hhmm”, terdengar suara mengguman dari mulut Ustazah Dila yang tersumbat oleh mulut Ustad Kosim.
Badan Ustazah Dila yang tadinya tegang mulai agak melemas, mulut Ustad Kosim sekarang berpindah dan mulai menjilat-jilat dari dagu turun ke leher, kepala Ustazah Dila tertengadah ke atas dan badan bagian atasnya yang terlanjang melengkung ke depan, ke arah Ustad Kosim, teteknya yang besar bulat kencang itu, seakan-akan menantang ke arah lelaki tua tersebut.
Ustad Kosim langsung bereaksi, tangan kanannya memegangi bagian bawah tetek Ustazah Dila mulutnya mencium dan mengisap-isap kedua puting itu secara bergantian. Mulanya tetek yang sebelah kanan menjadi sasaran mulut Ustad Kosim. Tetek yang kenyal itu hampir masuk semuanya ke dalam mulut Ustad Kosim yang mulai mengisap-isapnya dengan lahap. Lidahnya bermain-main pada puting hingga tetek Dila segera bereaksi menjadi keras. Terasa sesak nafas akhwat alim ini menerima permainan Ustad Kosim yang lihai itu. Badan nya terasa makin lemas dan dari mulutnya terus terdengar erangan,
“Sssshh…, ssssshh..SSSSSHHHHHHHH……OOOOOHHHHH…AAUUUHH…, aahh…, aahh…, ssshh…, sssshh…, jangaann…, diiteeruussiinn”,
Mulut Ustad Kosim terus berpindah-pindah dari tetek yang kiri, ke yang kanan, mengisap-isap dan mejilat-jilat kedua puting tetek akhwat itu secara bergantian selama kurang lebih lima menit. Ustazah Dila guru cantik berjilbab itu kini benar-benar telah lemas menerima perlakuan ini. Matanya terpejam pasrah dan kedua putingnya telah benar-benar mengeras. Dalam keadaan terlena itu tiba-tiba badannya tersentak, karena dia merasakan tangan Ustad Kosim mulai mengelus-elus pahanya yang terbuka karena baju gamis panjangnya telah terangkat sampai pangkal pahanya. Ustazah Dila mencoba menggeliat, badan dan kedua kakinya digerak-gerakkan mencoba menghindari tangan lelaki tersebut beroperasi di pahanya, akan tetapi karena badan dan kedua tangannya terkunci oleh Ustad Kosim, maka dia tidak bisa berbuat apa-apa, yang hanya dapat dilakukan adalah hanya mengerang,
“Jaanngaannnn…, jaannngggannn…, diitteeerruusiin”, akan tetapi suaranya semakin lemah saja.
Melihat kondisi seperti itu, Ustad Kosim yang telah berpengalaman, yakin bahwa akhwat ayu berjilbab ini telah berada dalam genggamannya. Aktivitas tangan Ustad Kosim makin ditingkatkan, terus bermain-main di paha mulus akhwat itu dan secara perlahan-lahan merambat ke atas. Tiba-tiba jarinya menyentuh bibir memek Dila.
Segera badan akhwat itu tersentak , “aahh…, jaannggaan!”

Mula-mula hanya ujung jari telunjuk Ustad Kosim yang mengelus-elus bibir memek Ustazah Dila yang tertutup celana dalam, akan tetapi tak lama kemudian tangan kanan Ustad Kosim menarik celana dalam itu dan memaksanya lepas dari pantatnya dan meluncur keluar di antara kedua kaki Bu Guru berjilbab itu. Sesekali Ustad Kosim membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjang yang kian kusut itu.
Ustazah Dila tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghindari perbuatan Ustad Kosim ini. Sekarang dirinya dalam posisi duduk di atas meja dengan tidak memakai celana dalam dan kedua teteknya terbuka karena BH-nya telah terangkat ke atas. Muka nya yang ayu terlihat merah merona dengan matanya yang terpejam sayu, sedangkan giginya terlihat menggigit bibir bawahnya yang bergetar.Kosim benar-benar semakin bernafsu, menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini telah ia nikmati memeknya. Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang muslimnya.
Sebentar-sebentar Kosim menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan memek akhwat berjilbab itu.Sementara Ustazah Dila hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi yang melanda.
Melihat ekspresi muka akhwat cantik yang masih memakai jilbab duduk mengangkang,kain gamisnya terangkat tinggi dan telah telanjang di tubuh bagian bawah ini.. yang tak berdaya seperti itu, makin membangkitkan nafsu birahi lelaki tersebut. Pak Kosim melihat ke arah jam yang berada di dinding, pada saat itu baru menunjukan pukul 14.05, berarti dia masih punya waktu kurang lebih satu jam untuk menuntaskan nafsunya itu. Pada saat itu Pak. Kosim sudah yakin bahwa dia telah menguasai situasi, tinggal melakukan tembakan terakhir saja.
Tampa menyia-nyiakan waktu yang ada, Ustad Kosim, dengan tetap mengunci kedua tangan Dila, tangan kanannya mulai membuka kancing dan retsliting celananya, setelah itu dia melepaskan celana yang dikenakannya sekalian dengan celana dalam-nya. Pada saat celana dalam-nya terlepas, maka kontol Ustad Kosim yang telah tegang sejak tadi itu seakan-akan terlonjak bebas mengangguk-angguk dengan perkasa. Ustad Kosim agak merenggangkan badannya, hingga terlihat oleh Ustazah Dila kontol yang sedang mengangguk-angguk itu, badan akhwat berjilbab itu tiba-tiba menjadi tegang dan mukanya menjadi pucat, kedua matanya terbelalak melihat benda yang terletak diantara kedua paha lelaki Tua itu. Benda tersebut hitam besar kelihatan gemuk dengan urat yang melingkar…., sangat panjang…, sampai di atas pusar lelaki tersebut, dengan besarnya kurang lebih 6 cm dan kepalanya berbentuk bulat lonjong seperti jamur. Tak terasa dari mulut Bu guru berjilbab itu terdengar jeritan tertahan, “Iiihh”, disertai badannya yang merinding.
Dia belum pernah melihat kontol sebesar itu. Ustazah Dila merasa ngeri. “Bisa jebol memekku dimasuki kontolnya”, gumannya dalam hati. Namun ia tak dapat menyembunyikan kekagumannya. Seolah-olah ada pesona tersendiri hingga pandangan matanya seakan-akan terhipnotis, terus tertuju ke benda itu. Ustad Kosim menatap muka cantik yang sedang terpesona dengan mata terbelalak dan mulut setengah terbuka itu, “Kau Cantik sekali Dila…gumam Ustad Kosim mengagumi kecantikan akhwat itu.
Kemudian dengan lembut Ustad Kosim menarik tubuh yang cantik itu, sampai terduduk di pinggir meja dan sekarang Ustad Kosim berdiri menghadap langsung ke arah Ustazah Dila dan karena yakin bahwa Dila telah dapat ditaklukkannya, tangan kirinya yang memegang kedua tangan akhwat cantik ini, dilepaskannya dan langsung kedua tangannya memegang kedua kaki Dila, bahkan dengan gemas ia merentangkan kedua belah paha lebar-lebar. Matanya benar-benar nanar memandang daerah di sekitar selangkangan akhwat berjilbab itu Nafas laki-laki itu terdengar mendengus-dengus memburu. Biarpun kedua tangannya telah bebas, tapi Ustazah Dila tidak bisa berbuat apa-apa karena di samping badan Ustad Kosim yang besar, Ustazah Dila sendiri merasakan badannya amat lemas serta panas dan perasaannya sendiri mulai diliputi oleh suatu sensasi yang menggila, apalagi melihat tubuh Ustad Kosim yang besar berbulu dengan kemaluannya yang hitam, besar yang pada ujung kepalanya membulat mengkilat dengan pangkalnya yang di tumbuhi rambut yang hitam lebat terletak diantara kedua paha yang hitam gempal itu.
Gejolak birahi kedua manusia itu semakin membara…Kosim semakin bernafsu, menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini telah ia nikmati tubuhnya .Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan baju panjang muslimnya. Sebentar-sebentar Kosim menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sementara Ustazah Dila hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi yang melanda.
Sambil memegang kedua paha Ustazah Dila dan merentangkannya lebar-lebar, Ustad Kosim membenamkan kepalanya di antara kedua paha Dila. Mulut dan lidahnya menjilat-jilat penuh nafsu di sekitar memek yang yang masih rapat, tertutup rambut halus itu. Ustazah Dila hanya bisa memejamkan mata,
“Ooohh..OOOOHHHH…., nikmatnya…,AAAUUUGGHHHH…AAAAAAAAAAAAAAAHHHH… ooohh!”, ia menguman dalam hati, mulai bisa menikmatinya, sampai-sampai tubuhnya bergerak menggelinjang-gelinjang kegelian.
“Ooooohh..AAAAAAAAAAA ….HHHH…OOOHH…OOWWWW…, hhmm!”, terdengar rintihan halus, memelas keluar dari mulutnya.
“Paakkk…, aku tak tahan lagi…!”, Ustazah Dila memelas sambil menggigit bibir.
Ustazah Dila ….guru SD yang cantik berjilbab itu….. tidak bisa menahan lagi, dia telah diliputi nafsu birahi,perasaannya yang halus, terasa tersiksa antara rasa malu karena telah ditaklukan oleh orang Tua yang kasar itu dengan dan perasaan nikmat yang melanda di sekujur tubuhnya akibat serangan-serangan mematikan yang dilancarkan Ustad Kosim yang telah bepengalaman itu.
Namun rupanya lelaki Tua itu tidak peduli, bahkan amat senang melihat Ustazah Dila sudah mulai merespon atas cumbuannya itu. Tangannya yang melingkari kedua pantat Ustazah Dila kini dijulurkan ke atas, menjalar melalui perut ke arah dada dan mengelus-elus serta meremas-remas kedua tetek dengan sangat bernafsu.
Menghadapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Ustad Kosim ini, Ustazah Dila benar-benar sangat kewalahan dan kemaluannya telah sangat basah kuyup. “Paakkk…, aakkhh…AAAAAAAAAKKKKHHHH….EENNNAAAAAAKK…..ENAAAAKK K…..TERUUUUUUUUUSSSSSSSSS…TERUUUUUUSS………, aakkkhh!”, akhwat ayu berjilbab itu mengerang halus, kedua pahanya yang jenjang mulus menjepit kepala Ustad Kosim untuk melampiaskan derita birahi yang menyerangnya, dijambaknya rambut Ustad Kosim keras-keras. Kini ia tak peduli lagi akan bayangan pacarnya dan kenyataan bahwa lelaki Tua itu sebenarnya sedang memperkosanya, perasaan dan pikirannya telah diliputi olen nafsu birahi yang menuntut untuk dituntaskan. Akhwat ayu berjilbab…yang lemah lembut ini… benar-benar telah ditaklukan oleh permainan laki-laki Tua yang dapat membangkitkan gairahnya.
Kosim makin gemas menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini menggeliat-geliat menahan nikmat.Sebentar-sebentar Kosim menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sementara Ustazah Dila hanya bisa menggoyangkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi ysng melanda.Ya…Ustazah Dila benar-benar berada dalam Birahi yang membakar sukmanya.
Tiba-tiba Ustad Kosim melepaskan diri, kemudian bangkit berdiri di depan Ustazah Dila yang masih terduduk di tepi meja, ditariknya akhwat cantik itu dari atas meja dan kemudian Ustad Kosim gantian bersandar pada tepi meja dan kedua tangannya menekan bahu Ustazah Dila ke bawah, sehingga sekarang posisi akhwat berjilbab itu berjongkok di antara kedua kaki berbulu Ustad Kosim dan kepalanya tepat sejajar dengan bagian bawah perutnya. Ustazah Dila …tahu apa yang diingini lelaki itu..tanpa sempat berpikir lagi, tangan Ustad Kosim meraih belakang kepala Dila dan dibawa mendekati kontol Ustad Kosim, yang sungguh luar biasa itu. kepala kontol Ustad Kosim telah terjepit di antara kedua bibir mungil Dila…., dicobanya membuka mulut selebar-lebarnya, Lalu Ustazah Dila mulai mengulum alat vital Ustad Kosim ke dalam mulutnya, hingga membuat lelaki Tua itu melek merem keenakan. OOoooohhhhhh..TERUUUUUUSSS…….Dila……enaaaaaakkk….UU mmiiiii….. …Dila ……Dila Dilaaaaaa…..aaaauuuuuww…… .Ustazaaahh……..teruuuusssss……ooooggghhh……
Benda itu hanya masuk bagian kepala dan sedikit batangnya saja ke dalam mulut yang sensual, itupun …hampir sesak nafas dibuatnya. Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang Kelihatan bu guru berjilbab yang cantik itu, menghisap…, mengulum serta mempermainkan batang kontol keluar masuk ke dalam mulutnya.
Terasa benar kepala itu bergetar hebat setiap kali lidah Ustazah Dila menyapu kepalanya. Rupanya akhwat cantik berjilbab itu mahir juga bermain oral sex…Bibirnya yang seksi dan wajahnya yang cantik….begitu memukau hati Ustad Kosim.TERUUUUUUSSS…….Dila……enaaaaaakkk….UUmmiiiii… .. …Dila ……Dila Dilaaaaaaa…..aaaauuuuuww……
.Ustazaaaahhhhhh……..teruuuusssss……ooooggghhh……

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 Responses to Asmara Guru Berjilbab (1)

  1. zomadzip says:

    ini mah ngawur gan…..critanya ga mutu banget…. Keliatan ngarangnya…. No like no top

  2. zomadzip says:

    ngawur critanya ga bagus… Ngawur dang ngarang banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s